Laporan Praktikum Energi Pertanian (Solar Cell)

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Energi Surya adalah sumber energi yang tidak akan pernah habis ketersediaannya dan energi ini juga dapat di manfaatkan sebagai energi alternatif yang akan di ubah menjadi energi listrik, dengan menggunakan sel surya. Sel surya atau solar call sejak tahun 1970-an telah mengubah cara pandang kita tentang energi dan memberi jalan baru bagi manusia untuk memperoleh energi listrik tanpa perlu membakar bahan bakar fosil sebagaimana pada minyak bumi, gas alam, batu bara, atau reaksi nuklir.


Sel surya juga mampu beroperasi dengan baik di hampir seluruh belahan bumi yang tersinari matahari tanpa menghasilkan polusi yang dapat merusak lingkungan sehingga lebih ramah lingkungan. Cara kerja sel surya adalah dengan memanfaatkan teori cahaya sebagai partikel, Sebagaimana diketahui bahwa cahaya baik yang tampak maupun yang tidak tampak memiliki dua buah sifat yaitu dapat sebagai gelombang dan dapat sebagai partikel yang disebut dengan photon. Penemuan ini pertama kali diungkapkan oleh Einstein pada tahun 1905.

Menipisnya  cadangan energi  fosil di Indonesia dan  kenyataan  yang  harus kita terima bahwa pemakaian energi berbahan dasar dari fosil telah menjadi salah satu   penyebab   terjadinya kelangkaan   energi,maka   sudah   saatnya untuk menggalakkan  pengembangan  dan  pemanfaatan  energi  terbarukan  yang dimiliki. Indonesia  memiliki  potensi  dan  cadangan  energi  terbarukan  yang  besar,  seperti tenaga matahari, apa lagi Indonesia  yang terletak di daerah tropis sangat cocok  dan  berpotensidalam mengembangkan  energi  surya.

            Sel  surya  juga  mampu beroperasi dengan baik  di hampir seluruh belahan bumi  yang  tersinari  matahari  tanpa  menghasilkan polusi  yang  dapat  merusak  lingkungan  sehingga lebih ramah lingkungan.

 

1.2  Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan solar cell terutama untuk bidang pertanian.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1  Energi Surya

            Pemanfaatan  energi surya  sudah  dilakukan  sejak  pertama  kali  kehidupan  itu sendiri   bermula.Matahari   digunakan   untuk   mengeringkan   buah-buahan   dan mendapatkan  garam  dengan  mengeringkan  air  laut.  Mulai  pada  awal  abad  dua puluh  kolektor  sinar  matahari  digunakan  untuk  memanaskan  air.  Karena  harga bahan bakar fosil semakintinggi mulai pertengahan decade 70-an,energi matahari menjadi pusat perhatian sebagai salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable).


2.2  Pengertian Panel Surya

Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas matahari atau "sol" karena matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik". Photovoltaic yang disebut secara umum Modul / Panel Solar Cell.  Dengan alat tersebut sinar matahari dirubah menjadi listrik melalui proses aliran-aliran elektron  negatif dan positif didalam cell modul tersebut karena perbedaan electron.

Hasil dari aliran elektron-elektron akan menjadi listrik DC yang dapat langsung dimanfatkan untuk mengisi  battery / aki sesuai tegangan dan ampere yang diperlukan. Bila listrik DC yang tersimpan dalam aki ingin digunakan menyalakan perangkat AC: pompa air, kulkas, dsbnya maka diperlukan inverter yang dapat mengubah listrik DC menjadi AC. Sesuaikan kebutuhan daya yang dibutuhkan dengan panel sel surya, inverter, aki.


2.3  Komponen Panel Surya

Untuk instalasi listrik tenaga surya sebagai pembangkit listrik, diperlukan komponen  sebagai berikut:

a.      Solar panel : mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan tegangan 0.5 Volt.

b.      Charge controller : digunakan untuk mengatur pengaturan pengisian baterai. Tegangan maksimun yang dihasilkan solar cells panel pada hari yang terik akan menghasilkan tegangan tinggi yang dapat merusak baterai.

c.       Inverter : merupakan perangkat elektrik yang mengkonversikan tegangan searah (DC - direct current) menjadi tegangan bolak balik (AC - alternating current).

d.       Battery : merupakan perangkat kimia untuk menyimpan tenaga listrik dari tenaga surya. Tanpa baterai, energi surya hanya dapat digunakan pada saat ada sinar matahari.


2.4  Keunggulan Penel Surya Di Indonesia

Indonesia memiliki karunia sinar matahari. Hampir di setiap pelosok Indonesia, matahari menyinari sepanjang pagi sampai sore. Energi matahari yang dipancarkan dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan solar cells panel.Pembangkit listrik tenaga surya adalah ramah lingkungan, dan sangat menjanjikan. Sebagai salah satu alternatif untuk menggantikan pembangkit listrik menggunakan uap (dengan minyak dan batubara).

Perkembangan teknologi dalam membuat solar panel yang lebih baik dari tingkat efisiensi, pembuatan aki yang tahan lama, dan pembuatan alat elektronik yang dapat menggunakan Direct Current.

Pada saat ini penggunaan tenaga matahari masih dirasakan mahal karena tidak adanya subsidi. Listrik yang kita gunakan saat ini sebenarnya adalah listrik bersubsidi. Bayangkan pengusahaan / penambangan minyak tanah, batubara (yang merusak lingkungan), pembuatan pembangkit tenaga listrik uap, distribusi tenaga listrik, yang semuanya dibangun dengan biaya besar.

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya:

1) Energi yang terbarukan/ tidak pernah habis

2) Bersih, ramah lingkungan

3) Umur panel sel surya panjang/ investasi jangka panjang

4) Praktis, tidak memerlukan perawatan

5) Sangat cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia

6) Padabidang pertanian dimanfaatkan sebagai penggerak blower pada proses pengeringan, pengering secara langsung dll.

BAB 3

METODELOGI

3.1. Waktu Dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 29 November 2016 di Fakultas Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian.

3.2. Alat Dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu : 1) Pompa DC 2) converter 3) Selang 4). Inverter 5). Ember 6). Power Meter 7). Kipas 8). Watt Meter.

Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu : 1). Air 2). Aki 3). Cahaya Matahari 4). Solar Cell.

3.3. Cara Kerja

Cara kerja dalam praktikum pengukuran kuat arus, tegangan dan daya yaitu:

1)      Siapkan alat dan bahan yang digunakan

2)       Isi ember menggunakan air yang telah disiapkan

3)      Letakkan selang dengan ketinggian tertentu

4)      Kemudian sambungkan solar cell kepompa rendam

5)      Hubungkan wattmeter untuk memulai pengukuran

6)      Hidupkan pompa rendam, tunggu hingga air di ember habis

7)    Catat dan amati perubahan daya, kuat arus, dan tegangan pada wattmeter dan lakukan beberapakali.


 

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil         

Hasil Pengukuran Pompa air

I

1.12 Volt

P

1.02 Ampere

V

11.5 Watt

Keterangan :

I           : Arus

P          : Daya

V         : Tegangan


4.2 Pembahasan

Praktikum bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan solar cell terutama untuk bidang pertanian. Dimana Solar cell sendiri merupakan alat yang sangat ramah lingkungan karena menggunakan energi matahari untuk pengoprasiannya.

Sebelum melakukan pengukuran alat diperiksa terlebih dahulu dalam keadaan normal atau tidak, alat yang digunakan untuk mengukur tegangan, daya dan arus yaitu wattmeter. Air yang telah diberikan didalam ember harus habis tersedot oleh pompa air rendam agar memperlancar jalannya aliran air pada waktu menghidupkan pompa air rendam.

Hasil Pengukuran tegangan, daya dan arus pada pompa rendam menggunakan solar cell mendapatkan nilai yang cukup tinggi (lihat pada tabel hasil). Energi matahari yang diserap cukup tinggi, pada arus DC untuk menurunkan tingginya energi matahari dapat menggunakan converter sebagai penurun energinya.

Arus DC tidak dapat langsung digunakan jika ingin diubah menjadi Arus AC maka diperlukanlan inverter untuk menubah aliran arus DC – AC. Energi matahari yang telah diserap tidak langsung di gunakan melainkan di simpan dalam batteray terlebih dahulu dan digunakan kemudian hari. Energi dapat dihemat dengan cara penggunaan alat pertanian (pompa) seminimal mungkin dan pengaturan debit yang baik.

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

 

5.1 Kesimpulan

            Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah :

1.      Untuk menurunkan energi pada arus DC harus menggunakan converter hal ini dilakukan karena energi matahari sangatlah tinggi.

2.      Air yang terdapat pada ember harus habis agar aliran air pada pompa rendam berjalan dengan baik.

3.      Energi matahari yang diserap dapat disimpan menggunakan batteray agar dapat digunakan dilain waktu.

5.2 Saran

            Mahasiswa dapat lebih disiplin lagi dalam melaksanakan dan menghadiri pelaksanaan praktikum, serta kondusif dalam mendengarkan penjelasan dosen dan asisten dosen.